SISTEM KOMPUTER KELAS XI
SISTEM INPUT-PROSES- OUTPUT
A. SISTEM,FUNGSI
DAN STRUKTUR MASUKAN
Sistem I/O
adalah operasi yg diperoleh melalui sejumlah perangkat eksternal dengan menggunakan link.
a)
PIRANTI MASUKAN(INPUT DEVICE)
Adalah perangkat keras komputer yang
berfungsi sebagai alat untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Contoh:keyboard
b)
PIRANTI KELUARAN(OUTPUT DEVICE)
Adalah perangkat keras komputer yang
berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran
dapat berupa hard-copy (kekertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa
suara. Contoh:scanner.
A.
MODUL I/O
Ø
Merupakan
peralatan antarmuka (interface) bagi sistem bus atau switch sentral dan
mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral.
Ø
Tidak
hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam
melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus computer Programmable
Peripheral Interface Intel.
B.
FUNGSI MODUL I/O:
a. Control
Timing = Mengatur control dan waktu
b. Komunikasi
CPU = Mensinkronkan perangkat di
dalam CPU
c. Komunikasi
perangkat = Mensinkronkan
antar perangkat pendukung CPU
d. Data
buffering = Mensinkronkan kerja
processor dengan beberapa peripheral
e. Eror
correction = Mendeteksi error pada proses
data
C.
TEKNIK INPUT/OUTPUT
1.
Metode Transfer Data Perangkat I/O
Metode transfer data
perangkat input/output terdapat dua macam yaitu, metode software dan metode hardware.
2. Prograammed I/O
CPU memiliki control langsung terhadap proses input output. Termasuk
perintah read/write , sensing status, dan
data transfer.
Contoh Perangkat yang berproses
denga tipe Programmed I/O : Unit
Tape Magnetic ,
3.
Interrupt Driven I/O
CPU tetap memiliki kontrol langsung terhadap proses I/O, seperti pada
programmed I/O.
4.
Direct
Memory Access (DMA)
·
Interrupt
driven dan programmed I/O membutuhkan intervensi langsung kepada CPU
·
Adanya
keterbatasan pada transfer rate, dan CPU
·
menjadi
terikat pada modul I/O
D.
PERANGKAT PEMROSES
CPU
Merupakan tempat pemroses instruksi-instruksi program, yang pada komputer
mikro disebut dengan micro-processor (pemroses mikro).
Register
Merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup
tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data
dan instruksi yang sedang diproses .
Memori
CPU hanya dapat menyimpan data dan instruksi di register yang berukuran kecil
sehingga tidak dapat menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk
keseluruhan proses program. (RAM DAN ROM)
E.
Sistem,Fungsi dan Keluaran
Hasil dari suatu proses atau aktivitas
menerima data dari hasil pengolahan pada bagian pemroses. Digunakan untuk menampilkan hasil
pemrosesan yg dikerjakan oleh pocessor. Komputer mempunyai 4 komponen utama :
1)
Input devices
2)
Output devices
3)
CPU
4)
Memory
PERANGKAT EKSTERNAL / PERIPHERAL
A. Pheriperal
Merupakan sebuah perangkat yang mendukung/ membantu pekerjaan yang tidak bisa dilakukan komponen utama
komputer.
B.
Perangkat peripheral input
1.
Keyboard
Keyboard adalah sebuah perangkat masukan yang digunakan untuk memasukan
data berupa huruf, angka maupun symbol tertentu serta melakukan
perintah-perintah untuk menyimpan file dan membuka file.
2.
Mouse
Mouse adalah sebuah perangkat masukan yang berguna sebagai penunjuk
posisi kursor/pointer pada layar monitor.
3.
Touchpad
·
Adalah sebuah alat penunjuk yang menampilkan
sensor pada permukaan khusus yang dapat menterjemahkan gerakan dan jari-jari
pengguna ke posisi yang di inginkan pada layar monitor.
·
hanya dapat ditemukan pada laptop dan notebook
·
cara kerjanya hampir sama dengan mouse.
4.
Barcode Reader
Barcode Reader adalah perangkat yang digunakan untuk membaca barcode
data.
5.
Image Scanner
·
Merupakan peralatan yg digunakan untuk melakukan
entry data grafis ke dalam sistem komputer.
·
Melakukan scan suatu objek gambar /dokumen dan
mengkonversi ke bentuk digital.
6.
Kamera Digital
·
Kerjanya mirip kamera foto biasa, hanya saja
hasilnya langsung disimpan dalam format data komputer.
·
Hasil yang diperoleh jauh lebih bagus
dibandingkan hasil cetakan film negatif.
C.
PERANGKAT PERIPHERAL OUTPUT
1.
Monitor
Monitor adalah sebuah perangkat keras yang digunakan untuk mengeluarkan
hasil pemerosesan yang dilakukan oleh komputer berupa informasi yang dibutuhkan
user.
2.
LCD
Adalah perangkat keras yang mengintegrasikan sumber cahaya, sistem optic
elektronik, dan display dengan tujuan untuk memproyeksikan gambar atau video ke
dinding atau layar.
3.
Printer
Printer adalah perangkat keras keluaran yang digunakan untuk mencetak
data pada media kertas.
4.
Plotter
·
Sama fungsinya dengan printer tetapi khusus
untuk mencetak gambar.
·
Kertas yang dipergunakan juga lebih besar dari
kertas biasa.
·
Plotter generasi pertama harus dipasangi rapido
(pena khusus untuk menggambar), namun sekarang plotter juga terdiri dari inkjet
dan laser.
D.
PERANGKAT PERIPHERAL STORAGE
1.
Eksternal Harddrive
Sebuah penyimpanan yg berada di luar komputer yg mempunyai kapasitas
bermacam dan bisa mencapai 2 tera.
2.
Flashdrive
Flashdrive adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan data dengan
ukuran kapasitas tertentu. Ada yang 2GB, 4GB, 8GB, 16GB, sampai 32GB.
3.
Disk Drive
Alat tambahan yg digunakan untuk meletakan piringan magnetik, memutar dan
menggerakan piringan pada posisi yg diinginkan ketika mengakses informasi dari
dalam disk.
E.
Perangkat peripheral input/output
1.
Modem
Modem adalah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan komputer
ke jaringan internet.
2.
Network Interface Card
Network Card adalah perangkat keras yang digunakan sebagai jembatan
penghubung antara komputer server dengan komputer client.
3.
CD-ROM
·
kepanjangan dari compact disk read only memori
yang artinya hanya bisa digunakan untuk membaca sebuah CD saja.
·
Dibedakan
menjadi 2 menurut tipenya yaitu : ATA/IDE memiliki kecepatan 100-133Mbps dan
SCSI yang memiliki
kecepatan kira-kira 150 Mbps.
STRUKTUR DAN INTERKONEKSI BUS
A. Pengertian
Struktur Interkoneksi
·
Struktur
interkoneksi adalah kumpulan lintasan yang menghubungkan berbagai komponen-komponen
seperti CPU, Memory dan I/O, yang saling berkomunikasi satu dengan lainnya.
·
I/O
berfungsi sama dengan memory. Terdapat dua buah operasi, baca dan tulis. Selain
itu, modul-modul I/O dapat mengontrol lebih dari 1 perangkat eksternal.
B.
Pengertian Bus
BUS adalah bagian dari sistem komputer yang berfungsi untuk
menghubungkan antar perangkat utama pada komputer guna memindahkan data antar
bagian-bagian dalam sistem komputer.
C.
Karakteristik Bus
·
bus
merupakan media transmisi yang dapat digunakan bersama.
·
Sebuah
sistem bus terdiri dari 50 hingga 100 saluran yang terpisah.
·
Masing-masing
saluran ditandai dengan arti dan fungsi khusus.
D.
System Bus
1.
BUS DATA
Merupakan jalur-jalur
perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Baik lebar maupun jumlah
saluran menentukan kinerja sistem komputer.
2.
BUS ALAMAT
Merupakan bus untuk
menandakan lokasi sumber dan tujuan pada proses transfer data. Pada saluran
ini, CPU akan mengirim alamat memori yang akan ditulis atau dibaca.
3.
BUS KONTROL
Merupakan bus yang
digunakan untuk menngotrol izin akses ke data bus dan address bus. Jadi sebelum
data masuk/keluar untuk ditulis atau dibaca, akan dikontrol terlebih dahulu
E.
Jenis Bus
1.
Dedicated
Bus yang khusus
menyalurkan data tertentu, contohnya paket data saja, alamat saja atau berupa pengontrolan
saja
2.
Multiplexed
Bus yang digunakan untuk
berbagai keperluan, sehingga bus yang digunakan lebih sedikit.
F.
Macam Bus pada PC
1.
ISA
2.
EISA
3.
VESA
4.
PCI
5.
USB
KAIDAH DAN SIMBOL-SIMBOL YANG DIGUNAKAN PADA FLOWCHART ATAU STRUKTOGRAM
A.
PENGERTIAN
Flowchart adalah penggambaran secara grafik
dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.
B.
JENIS-JENIS FLOWCHART
a.
Flowchart
Sistem (System Flowchart)
b.
Flowchart
Paperwork / Flowchart Dokumen (Document Flowchart)
c.
Flowchart
Skematik (Schematic Flowchart)
d.
Flowchart
Program (Program Flowchart)
e.
Flowchart
Proses (Process Flowchart)
C.
SIMBOL DALAM FLOWCHART
D. BLOCKCHART DIAGRAM
Block chart berfungsi memodelkan masukkan, keluaran, refrensi, master,
proses ataupun transaski
dalam simbol-simbol tertentu. Pada dasarnya tidak berorientasi pada fungsi,
waktu ataupun aliran data tetapi lebih ke arah proses (saling melengkapi dengan
PS). Simbol-simbol yang digunakan dalam Block Chart, relatif umum digunakan
dalam banyak sistem dan terdiri dari:
E.
SIMBOL CABANG TUNGGAL
Berfungsi mempresentasikan grafik dari langkah yang diikuti dalam
menyelesaikan suatu permasalahan yang terdiri dari symbol dimana masing-masing
symbol mempresentasikan kegiatan tertentu.
è
Terminator
Fungsi :untuk menandai
awal dan akhir dari suatu flowchart.
è
Input/Output
Fungsi : untuk
menyatakan operasi pemasukan dan pengeluaran
è
Proses
Fungsi : untuk
menyatakan pemrosesan input
è
Decision
Fungsi : untuk
pemeriksaan suatu kondisi
è
On
page controller
Fungsi : untuk
menghubungkan satu langkah ke lainnya
è
Off
page controller
Fungsi : menghubungkan
langkah di halaman yang berbeda
è
Flow
line
Fungsi : menghubungkan
setiap langkah dan menunujukkan arah
è
Preparation
Fungsi : untuk proses
pemberian hanya awal
è
Pendifined
process
Fungsi :untuk
pelaksanaan suatu bagian (sub-program)/procedure.
F.
SIMBOL CABANG RANGKAP BESERTA FUNGSINYA
Sebenarnya hampir sama dengan simbol cabang
tunggal yang memiliki fungsi untuk mempresentasikan grafik dari langkah-langkah
yang harus diikuti dalam menyelesaikan suatu permasalahan, namun tambahannya
terletak pada adanya pilihan antara True atau False.
G.
PERULANGAN/LOOPING
·
Pengulangan
(loop) adalah suatu pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang sampai
kondisi tertentu.
·
Digunakan
untuk menghasilkan pengulangan sejumlah kali yang dispesifikasikan
·
Macam
perulangan :
§
FOR
§
WHILE
§
DO-WHILE
H.
SUBROUTINE
·
Subroutine
atau procedure adalah suatu blok program
terpisah yang digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.
·
Kegunaan
yang umum : menghemat kodeprogrambila terjadi proses yang sama diulang
berkali-kali.
Penulisan subroutine dalam Visual Basic ada 3
macam:
1.
Subroutine
yang bersifat event dari komponen tertentu (subroutine ini sudah tersedia dalam
library Visual Basic sebagai modul OOP dalamVisual Basic) dituliskan dengan:
Private Sub Komponen_Event(Input)
<blok program dalam subroutine>
…………………………………………………………………………………
End Sub
2.
Subroutine
yang bersifat metode private dimana pemanggilan subroutinenya hanya ditulis
dengan namasubroutine (Subroutine ini adalahsubroutine yang dibuat sendiri),
dituliskan dengan:
Private Sub
Nama_Fungsi(Input)
<blok program dalam
subroutine>
…………………………………………………………………………………
End Sub
3.
Subroutine
yang bukan event atau metode, dimana pemanggilannya menggunakan call
NamaSubroutine, dituliskan dengan:
Sub Komponen_Event(Input)
<blok program dalam
subroutine>
…………………………………………………………………………………
End Sub
Pemakaian
Subroutine semacamini banyak ditemui pada pemrograman game dalamVisual Basic.
I.
FUNGSI
Sama seperti subroutine, fungsi adalah suatu
blok program yang digunakan untuk suatu pekerjaan tertentu. Beda fungsi dan
subroutine adalah subroutine tidak menghasilkan nilasi sedangkan fungsi
menghasilkan nilai. Fungsi sering kali digunakan untuk proses-proses
perhitungan. Pernyataan fungsi secara umum dituliskan dengan:
Output = Fungsi(Input)
Sebagai contoh untuk menyatakan fungsi f dengan
input x dan output y dituliskan dengan y=f(x).
• Definisi fungsi di dalam Visual
Basic mengikuti aturan fungsi dimana ada input dan ada output dituliskan
dengan:
Private Function NamaFungsi(Input)
As Tipe_Data_Output
<Blok di dalam fungsi>
………………………………………………
NamaFungsi=<Nilai yang keluar
dari Fungsi>
End Function
• Definisi fungsi di dalam Visual
Basic mengikuti aturan fungsi dimana ada input dan ada output dituliskan
dengan:
Private Function NamaFungsi(Input)
As Tipe_Data_Output
<Blok di dalam fungsi>
………………………………………………
NamaFungsi=<Nilai yang keluar
dari Fungsi>
End Function
J.
Penerapan simbol atau simbol-simbol untuk
memecahkan masalah
Berikut contoh penerapan simbol flowchart :
“Membeli buku tulis di Koperasi Sekolah”
ORGANISASI PROSESOR, REGISTER, DAN SIKLUS INSTRUKSI
A. Organisasi
Prosesor
Hal-hal yang perlu dilakukan cpu adalah:
1.
Fetch instruction / mengambil instruksi : cpu
harus membaca instruksi dari memori.
2.
Interpret instruction / menerjemahkan instruksi
: instruksi harus didekode untuk menentukan aksi apa
yang diperlukan.
3.
Fetch data / mengambil data : eksekusi suatu
instruksi mungkin memerlukan pembacaan data dari memori atau modul i/o.
4.
Process data / mengolah data : eksekusi suatu
instruksi mungkin memerlukan operasi aritmetika atau logika terhadap data.
5.
Write data / menulis data : hasil eksekusi
mungkin memerlukan penulisan data ke memori atau modul i/o.
B. Organisasi
register
Organisasi register meliputi jenis-jenis register di
bawah ini:
·
General: terdapat 8 buah register
general-purpose 32-bit. Register-register ini juga dapat menampung
operand-operand untuk keperluan kalkulasi alamat.
·
Segment: keenam register segmen 16-bit berisi
pemilih segmen, yang diindex ke dalam tabel segmen.
·
Flags: register eflag berisi kode kondisi
(persyaratan) dan bermacam-macam bit mode.
·
Instruction pointer: berisi alamat instruksi
saat itu.Terdapat juga register-register yang secara khusus
ditujukan bagi unit floating point:
·
Numeric: semua register menampung bilangan
floating point 80 bit extended-precision.
·
Control: register control 16-bit berisi bit-bit
yang mengontrol operasi unit floating point.
·
Status: register status 16-bit berisi bit-bit
yang merefleksikan status unit floating point saat itu.
·
Tag word: register 16-bit ini berisi tag 2-bit
bagi semua register numerik floating point, yang mengindikasikan sifat-sifat
isi register yang berkaitan. Keempat nilainya adalah valid, nol, special (nan,
infinity, denormalized) dan kosong.
1.
User-visible
registers.
Register ini memungkinkan pemrogram bahasa
mesin dan bahasa assembler meminimalkan referensi main memori dengan cara
mengoptimasi penggunaan register. Register ini adalah register yang dapat
direfensikan dengan menggunakan bahasa mesin yang dieksekusi cpu.
2. Control and status
registers.
Register-register ini digunakan oleh unit
kontrol untuk mengontrol operasi cpu dan oleh program sistem operasi untuk
mengontrol eksekusi program.
Terdapat 4 macam register yang penting
bagi eksekusi instruksi :
1. Program
counter (pc) atau pencacah program : berisi alamat instruksi yang akan diambil.
2. Instruction
register (ir) : berisi instruksi yang terakhir diambil.
3. Memori
address register (mar) : berisi alamat sebuah lokasi di dalam memori.
4. Memori
buffer register (mbr) : berisi sebuah word data yang akan dituliskan ke dalam
memori atau word yang terakhir dibaca.
>> Siklus
Instruksi (Instruction Cycle)
•
Siklus Tak Langsung
Eksekusi sebuah instruksi melibatkan
sebuah operand atau lebih di dalam memori, yang masing-masing operand
memerlukan akses memori. Kemudian, apabila digunakan pengalamatan tak langsung,
maka diperlukan akses memori tambahan.
•
Machine cycle
Machine cycle atau nama lainnya adalah
processor cycle atau instruction cycle merupakan suatu siklus instruksi dasar
yang dikerjakan oleh cpu di dalam melakukan eksekusi suatu instruksi. Rangkaian
proses eksekusi instruksi ini dimulai dari proses fetching data dan instruksi
yang ada didalam memori hingga proses penulisan kembali hasil eksekusi
instruksi tersebut ke dalam memori.
Secara garis besar siklus instruksi
(machine cycle) dibagi ke dalam beberapa tahapan yaitu:
1.
Proses Fetching
Merupakan
proses dimana instruksi dan data akan di load dari memori ke dalam cpu. Proses
ini dimulai dari pengambilan alamat instruksi yang terdapat di dalam pc
(program counter). Alamat yang terdapat di dalam pc ini merupakan alamat valid
dari instruksi dan data yang disimpan ke dalam memori utama, dan merupakan
alamat instruksi yang akan dieksekusi. Berdasarkan alamat instruksi yang
terdapat di dalam pc, cpu akan mengambil instruksi tersebut untuk ditempatkan
ke dalam register (instruction register/ ir) yang menyimpan instruksi yang akan
dieksekusi.
2.
Proses Decoding
Merupakan
tahapan dimana instruksi akan di terjemahkan (interpret) ke dalam
perintah-perintah bahasa mesin dasar (add, sb, mba, sta, jmp, dll). Proses ini
dilakukan oleh instruction decoder.
3.
Proses Executing
Pada
tahapan dimana instruksi akan dieksekusi di dalam cpu, yaitu oleh alu
(arithmetic logic unit).
§ Setelah
tahapan diatas dikerjakan, maka hasil dari eksekusi tersebut akan dikembalikan
ke dalam memori untuk disimpan. proses penyimpanan kembali hasil eksekusi
instruksi terdiri dari beberapa tahapan yaitu:
1. Proses
penempatan alamat memori yang digunakan untuk menyimpan hasil instruksi ke
dalam mar
2. Proses
penempatan data (hasil instruksi) kedalam mdr
3. Proses
mengaktifkan memory write control signal pada control bus
4. Proses
menunggu memori untuk melakukan write data pada alamat tertentu
5.
Proses untuk menonaktifkan memory write
control signal pada bus
Dalam menjalakan instruction cycle /
machine cycle ada beberapa komponen yang berperan, yaitu:
1.
Program counter (pc)
Nama lainnya adalah instruction pointer,
merupakan suatu pointer (penunjuk), bagi sejumlah instruksi yang ditempatkan di
dalam memori dan akan dieksekusi oleh cpu.
2.
Memory address register (mar)
Adalah salah satu register yang terdapat
di dalam cpu yang fungsinya adalah untuk menyimpan alamat memori dari data yang
akan diambil (fetch) oleh cpu untuk dieksekusi. Selain itu mar juga akan
menyimpan alamat memori dari data (hasil instruksi) yang akan ditulis kembali
ke dalam memori.
3.
Memory data register (mdr)
Merupakan register yang terdapat dalam cpu
yang fungsinya adalah menyimpan data sementara yang akan dieksekusi oleh cpu.
Setiap kali proses fetching berlangsung, data akan disimpan di dalam mdr
sebelum dilakukan proses eksekusi. Demikian juga hasil dari eksekusi instruksi
akan disimpan di dalam register ini sebelum dilakukan proses penulisan kembali
ke memori.
4.
Instruction register
Sama seperti mar dan mdr, instruction
register (ir) ini terletak di dalam cpu. Ir ini bertanggung jawab untuk
menyimpan instruksi yang akan dieksekusi oleh cpu. Pada beberapa jenis prosesor
(terutama yang ada sekarang), digunakan konsep pipeline pada ir ini, dimana pada
setiap stage pipeline melakukan proses decoding, dan proses yang lain pada
waktu instruksi dikerjakan.
5.
Control unit (cu)
Control unit mengkoordinasi semua
komponen-komponen yang ada di sistem computer, terutama yang berkaitan dengan
pengolahan data dan eksekusi instruksi. Cu mengatur proses fetching instruksi
maupun data dari memori ke cpu. Selain itu juga mengatur unit yang lain dengan
menyediakan timing dan control signal.
6.
Arithmetic logic unit (alu)
Merupakan sirkuit digital yang terdapat di
dalam cpu yang memiliki fungsi untuk melakukan komputasi aritmatika dan logika.
Alu merupakan unit dasar dari pengolah data dan eksekusi instruksi.
STRUKTUR DAN FUNGSI CPU
A. CPU
CPU adalah singkatan dari Central
Processing Unit merupakan komponen terpenting dari sistem komputer. komponen
pengolah data berdasarkan intruksi yang diberikan kepadanya, dalam mewujudkan
fungsi dan tugasnya, CPU tersusun atas beberapa komponen
.
Komponen Utama CPU
1.
Arithmetic and Logic Unit (ALU)
2.
Control Unit
3.
Registers
4.
CPU Interconnections
B. Register
· Media
penyimpanan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data.
· Memori
ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah
ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.
C. Arithmetic
Logic Unit
· Bertugas
membentuk fungsi-fungsi pengolahan data komputer
· ALU
sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan
instruksi-instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya.
· ALU
terdiri dari dua bagian, yaitu unit aritmetika dan unit logika boolean, yang
masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.
D. Control
Unit
· Bertugas
mengontrol operasi CPU dan secara keseluruhan mengontrol komputer sehingga
terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi
operasinya.
· Termasuk
dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil instruksi-instruksi dari
memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.
E. CPU
Interconnection
· Sistem
koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal dan bus-bus eksternal CPU.
· Komponen
internal CPU yaitu ALU, unit kontrol dan register-register.
· Komponen
eksternal CPU : sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan/keluaran.
KARAKTERISTIK SET INSTRUKSI
A.
Set instruksi adalah kumpulan dari instruksi
yang dapat dijalankan oleh CPU. Pada bahasa mesin, setiap instruksi berbentuk
pola bit biner. Disebut juga machine code (bahasa mesin), aslinya juga
berbentuk biner atau bahasa assembly.
B.
Beberapa contoh simbolik instruksi dalam bahasa
manusia :
·
ADD : Add (Jumlahkan)
·
SUB : Substract (Kurangkan)
·
MUL : Multiply (kalikan)
·
DIV : Devide (bagi)
·
LOAD : Load (mengambil data dari register /
memori)
·
STOR : Store (simpan data ke register / memori)
·
MOVE : Move (pindakhan data dari satu tempat ke
tempat lain)
·
SHR : shift kanan data
·
SHL : shift kiri data,
·
Dll
C.
Elemen Instruksi :
·
Operation Code (Opcode)
Merupakan kode operasi yang
menspesifikasikan operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode biner.
·
Source Operand Reference
Merupakan sumber dari operand
(input instruksi).
·
Result Operand Reference
Merupakan hasil atau keluaran
operasi.
·
Next Instruction Reference
Elemen ini menginformasikan CPU
posisi instruksi berikutnya yang harus diambil dan dieksekusi
D.
Tipe Instruksi :
§
Pengolahan data (data processing)
Merupakan tipe instruksi yang meliputi operasi-operasi aritmatika
dan logika. Operasi aritmatika memiliki kemampuan komputasi untuk pengolahan
data numerik. Sedangkan instruksi logika beroperasi terhadap bit-bit word
sebagai bit, bukannya sebagai bilangan, sehingga instruksi ini memiliki
kemampuan untuk pengolahan data lain.
§
Perpindahan data (data movement)
Merupakan tipe instruksi yang berisi instruksi perpindahan data
antar register maupun modul I/O. untuk
dapat diolah oleh CPU maka diperlukan instruksi-instruksi yang bertugas
memindahkan data operand yang diperlukan.
§
Penyimpanan data (data storage)
Merupakan tipe instruksi yang berisi instruksi-instruksi
penyimpanan ke memori. Instruksi penyimpanan sangat penting dalam operasi
komputasi, karena data tersebut akan digunakan untuk operasi berikutnya,
minimal untuk ditampilkan pada layar harus diadakan penyimpanan walaupun
sementara.
§
Kontrol aliran program (program flow control)
Merupakan tipe instruksi yang Berisi instruksi pengontrolan
operasi dan percabangan. Instruksi ini berfungsi untuk pengontrolan status dan
mengoperasikan percabangan ke set instruksi lain.
E.
Tipe Operand :
·
Addresses
Merupakan tipe inputan instruksi berupa alamat dari
instruksi.
·
Numbers :
Merupakan tipe inputan instruksi berupa
–
Integer or fixed point => sebuah integer yang
skala dengan faktor tertentu. Penting untuk dicatat bahwa faktor skala
ditentukan oleh jenis, itu adalah sama untuk semua nilai dari jenis fixed-titik
tertentu.
–
Floating point => sebuah bilangan yang
digunakan untuk menggambarkan sebuah nilai yang sangat besar atau sangat kecil
–
Decimal (BCD) => sistem pengkodean bilangan
desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam
proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu,
bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa.
·
Characters :
Merupakan tipe inputan
instruksi berupa
–
ASCII (American Standard Code for Information
Interchange) => suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol
seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124
adalah untuk karakter “|”. Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat
komunikasi lain untuk menunjukkan teks.
–
EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal
Interchange Code) => kode 8 bit untuk huruf yang dipakai pada sistem operasi
komputer merk IBM, seperti z/OS, OS/390, VM, VSE, OS/400, serta i5/OS
·
Logical Data :
Merupakan tipe inputan
instruksi bila data berbentuk binary: 0 dan 1
F.
Tipe Operasi :
·
Transfer Data
–
Tindakan CPU untuk melakukan transfer data
adalah :
–
Menetapkan mode pengalamatan.
–
Menetapkan panjang data yang dipindahkan.
–
Lokasi-lokasi tersebut dapat berupa memori,
register atau bagian paling atas daripada stack.
–
Menetapkan lokasi operand sumber dan operand
tujuan.
–
Memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi
lain.
·
Apabila memori dilibatkan :
–
Menetapkan alamat memori.
–
Menjalankan transformasi alamat memori virtual
ke alamat memori aktual.
–
Mengawali pembacaan / penulisan memori
·
Operasi set instruksi untuk transfer data :
–
MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke
tujuan
–
STORE : memindahkan word dari prosesor ke
memori.
–
LOAD : memindahkan word dari memori ke prosesor.
–
EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan.
–
CLEAR / RESET : memindahkan word 0 ke tujuan.
–
SET : memindahkan word 1 ke tujuan.
–
PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian
paling atas stack.
–
POP : memindahkan word dari bagian paling atas
sumber
·
Arithmetic
Tindakan CPU untuk melakukan
operasi arithmetic :
–
Transfer data sebelum atau sesudah.
–
Melakukan fungsi dalam ALU.
–
Menset kode-kode kondisi dan flag.
·
Operasi set instruksi untuk arithmetic :
–
ADD : penjumlahan
–
SUBTRACT : pengurangan
–
MULTIPLY : perkalian
–
DIVIDE : pembagian
–
ABSOLUTE
–
NEGATIVE
–
DECREMENT
– INCREMENT
Absolute, Negative, Decreament, dan Increament merupakan
instruksi operand tunggal.
·
Logical
Tindakan CPU sama dengan
arithmetic, Operasi set instruksi untuk operasi logical :
–
AND, OR, NOT, EXOR
–
COMPARE
: melakukan perbandingan logika.
–
TEST
: menguji kondisi tertentu.
–
SHIFT
: operand menggeser ke kiri
atau kanan menyebabkan konstanta pada ujung bit.
–
ROTATE
: operand menggeser ke kiri atau ke kanan dengan ujung yang terjalin.
–
Conversi
·
Tindakan CPU sama dengan arithmetic dan logical.
Instruksi yang mengubah format instruksi yang beroperasi terhadap format data.
Misalnya pengubahan bilangan desimal menjadi bilangan biner.
·
Operasi set instruksi untuk conversi :
–
TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam
suatu bagian memori berdasarkan tabel
korespodensi.
–
CONVERT : mengkonversi isi suatu word dari suatu
bentuk ke bentuk lainnya.
·
Input / Output
Tindakan CPU untuk melakukan
INPUT /OUTPUT :
Apabila memory mapped I/O maka menentukan alamat
memory mapped
Mengawali perintah ke modul
I/O, Operasi set instruksi Input / Ouput :
–
INPUT : memindahkan data dari pernagkat I/O
tertentu ke tujuan
–
OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu
ke perangkat I/O
–
START I/O : memindahkan instruksi ke prosesor
I/O untuk mengawali operasi I/O
–
TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O
ke tujuan
·
Transfer Control
Tindakan CPU untuk transfer
control yaitu mengupdate program counter untuk subrutin , call / return,
Operasi set instruksi untuk transfer control :
JUMP (cabang) : pemindahan
tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
–
JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu
dan memuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari
persyaratan.
–
JUMP SUBRUTIN : melompat ke alamat tertentu.
–
RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya
yang berasal dari lokasi tertentu.
–
EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu
dan mengeksekusi sebagai instruk
–
SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi
berikutnya.
–
SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan
apa-apa berdasarkan pada persyaratan
–
HALT : menghentikan eksekusi program.
–
WAIT (HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat
persyaratan dipenuhi.
–
NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan
·
Control System
Hanya dapat dieksekusi ketika prosesor
berada dalam keadaan khusus tertentu atau sedang mengeksekusi suatu program
yang berada dalam area khusus, biasanya digunakan dalam sistem operasi.Contoh :
membaca atau mengubah register kontrol.
MODE DAN FORMAT PENGALAMATAN
· Pengertian
Mode pengalamatan mempunyai pengertian bagaimana suatu instruksi akan
mendpatkan data yang diperlukannya dalam eksekusi.
Ø Macam
mode pengalamatan`
1. INHERENT
Dalam mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk operasi telah diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan eksternal dari memori atau dari program. Operan yang digunakan hanyalah register internal dari CPU atau data dalam stack. Karena itu operasi ini hanyalah terdiri dari satu byte instruksi.
Dalam mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk operasi telah diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan eksternal dari memori atau dari program. Operan yang digunakan hanyalah register internal dari CPU atau data dalam stack. Karena itu operasi ini hanyalah terdiri dari satu byte instruksi.
2.
IMMEDIATE
Dalam mode pengalamatan immediate, operan terkandung di dalam byte yang langsung mengikuti kode operasi. Mode ini digunakan saat suatu harga atau konstanta diketahui saat program dibuat dan tidak akan dirubah selama eksekusi program. Operasi dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk data byte.
Dalam mode pengalamatan immediate, operan terkandung di dalam byte yang langsung mengikuti kode operasi. Mode ini digunakan saat suatu harga atau konstanta diketahui saat program dibuat dan tidak akan dirubah selama eksekusi program. Operasi dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk data byte.
3.
DIRECTION
Mode pengalamatan direct mirip dengan mode pengalamatan extended kecuali bahwa upper byte dari alamat operan selalu dianggap $00. Karena itu, hanya lower-byte dari operan yang diperlukan untuk dimasukkan dalam instruksi. Pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam memori. Area ini dinamakan dengan direct page dan mengandung on-chip RAM dan register I/O. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu eksekusi. Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk alamat operan.
Mode pengalamatan direct mirip dengan mode pengalamatan extended kecuali bahwa upper byte dari alamat operan selalu dianggap $00. Karena itu, hanya lower-byte dari operan yang diperlukan untuk dimasukkan dalam instruksi. Pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam memori. Area ini dinamakan dengan direct page dan mengandung on-chip RAM dan register I/O. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu eksekusi. Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode operasi dan satu lagi untuk alamat operan.
4.
EXTENDED
Dalam mode pengalamatan extended, alamat dari operan terkandung dalam dua byte yang mengikuti kode operasi. Pengalamatan extended ini dapat digunakan untuk mengakses semua lokasi dalam memori mikrokontroler termasuk I/O, RAM, ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini membutuhkan tiga byte, satu untuk kode operasi, dan dua untuk alamat dari operan
Dalam mode pengalamatan extended, alamat dari operan terkandung dalam dua byte yang mengikuti kode operasi. Pengalamatan extended ini dapat digunakan untuk mengakses semua lokasi dalam memori mikrokontroler termasuk I/O, RAM, ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini membutuhkan tiga byte, satu untuk kode operasi, dan dua untuk alamat dari operan
5.
INDEXED
Dalam mode pengalamatan indexed, alamat efektif adalah variabel dan tergantung pada dua faktor: 1) isi index register saat itu dan 2) nilai offset yang terkandung dari byte yang mengikuti kode operasi. Terdapat tiga jenis pengalamatan indexed yang didukung oleh CPU keluarga M68HC05, yaitu: no-offset, 8-bit offset, dan 16-bit offset. Dalam mode pengalamatan indexed-no offset, alamat efektif dari operan terkandung dalam index register 8-bit. Karena itu, mode pengalamatan ini dapat mengakses 256 lokasi memori (dari $0000 sampai $00FF). Instruksi mode ini membutuhkan satu byte instruksi.
Dalam mode pengalamatan indexed, alamat efektif adalah variabel dan tergantung pada dua faktor: 1) isi index register saat itu dan 2) nilai offset yang terkandung dari byte yang mengikuti kode operasi. Terdapat tiga jenis pengalamatan indexed yang didukung oleh CPU keluarga M68HC05, yaitu: no-offset, 8-bit offset, dan 16-bit offset. Dalam mode pengalamatan indexed-no offset, alamat efektif dari operan terkandung dalam index register 8-bit. Karena itu, mode pengalamatan ini dapat mengakses 256 lokasi memori (dari $0000 sampai $00FF). Instruksi mode ini membutuhkan satu byte instruksi.
6.
RELATIVE
Mode pengalamatan relative ini digunakanhanya dalam instruksi percabangan. Instruksi percabangan, selain percabangan instruksi manipulasi bit, membangkitkan dua byte kode mesin: satu untuk kode operasi dan satu untuk offset relatifnya. Karena kemampuannya untuk bercabang ke dua arah, byte offset adalah bilangan bertanda dengan jangkauan –128 sampai +127. Jika kondisi percabangan TRUE, isi dari byte bertanda 8-bit yang mengikuti kode operasi akan ditambahkan dengan isi dari PC untuk membentuk alamat efektif percabangan; jika FALSE maka kontrol program akan terus ke instruksi di bawah instruksi percabangan. Programmer akan menspesifikasikan tujuan dari percabangan sebagai alamat absolute (dengan label atau alamat langsung). Kemudian assembler akan mengkalkulasi offset relatif 8-bit yang akan diletakkan di belakang kode memori dalam memori.
Mode pengalamatan relative ini digunakanhanya dalam instruksi percabangan. Instruksi percabangan, selain percabangan instruksi manipulasi bit, membangkitkan dua byte kode mesin: satu untuk kode operasi dan satu untuk offset relatifnya. Karena kemampuannya untuk bercabang ke dua arah, byte offset adalah bilangan bertanda dengan jangkauan –128 sampai +127. Jika kondisi percabangan TRUE, isi dari byte bertanda 8-bit yang mengikuti kode operasi akan ditambahkan dengan isi dari PC untuk membentuk alamat efektif percabangan; jika FALSE maka kontrol program akan terus ke instruksi di bawah instruksi percabangan. Programmer akan menspesifikasikan tujuan dari percabangan sebagai alamat absolute (dengan label atau alamat langsung). Kemudian assembler akan mengkalkulasi offset relatif 8-bit yang akan diletakkan di belakang kode memori dalam memori.
7.
Machine Code, Opcode , Mnemonic, Operation, Addressing Mode.
A. Elemen
Instruksi Mesin
1. Operation code (Op code):
Menspesifikasi operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode biner
2. Source Operand reference: Operasi
dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input operasi
3. Result Operand reference: Merupakan
hasil atau keluaran operasi
4. Next Instruction Reference: Elemen
ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil
dan dieksekusi
B. Mnemonic
Kode operasi (opcode) direpresentasi
kan dengan singkatan – singkatan, yang disebut mnemonic. Mnemonic mengindikasikan
suatu operasi bagi CPU.
Contoh mnemonic adalah :
Contoh mnemonic adalah :
– ADD = penambahan
– SUB = substract (pengurangan)
– LOAD = muatkan data ke memori
• Setiap
opcode (kode operasi) simbolik memiliki representasi biner yang tetap
dan programer dapat menetapkan lokasi
masing – masing operand
• Operand
dari Operation
1. Memori ke memori.
1. Memori ke memori.
Dalam hal ini data berasal dan
kembali ke memori, dan tahap operasi secara umum adalah :
a. Ambil nilai operand dari memori
b. Eksekusi operasi yang diperlukan
c. Kembalikan hasilnya ke memori
2. Memori ke register.
Yaitu memindah nilai dari data
kememori ke register. Satu nilai data berasal dari memori dan satu lagi dari
register. Hasil eksekusi dikembalikan ke memori atau ke register dimana operand
berasal.
3. Register ke register.
Dalam hal ini digunakan sejumlah
register untuk menyimpan seluruh nilai data yang akan digunakan dalam
komputasi. Data harus diambil dari memori oleh sederet instruksi sebelum
komputasi dimulai. Setelah komputasi dilakukan maka hasilnya dikembalikan lagi
dengan register.
• Representasi Instruksi
• Representasi Instruksi
1. Instruksi komputer direpresentasikan
oleh sekumpulan bit. Instruksi dibagi menjadi beberapa field.
2. Field-field ini diisi oleh
elemen-elemen instruksi yang membawa informasi bagi operasi CPU.
3. Layout instruksi dikenal dengan
format instruksi.
• Korelasi
1. Terlihat hubungan antara ekspresi
bahasa tingkat tinggi dengan bahasa mesin.
2. Dalam bahasa tingkat tinggi, operasi
dinyatakan dalam bentuk aljabar singkat menggunakan variabel.
3. Dalam bahasa mesin hal tersebut
diekspresikan dalam operasi perpindahan antar register.
• Jenis-Jenis Instruksi
1. Pengolahan data (data processing)
meliputi operasi-operasi aritmetika dan logika. Operasi aritmetika memiliki kemampuan komputasi untuk pengolahan data numerik. Sedangkan instruksi logika beroperasi terhadap bit-bit word sebagai bit, bukannya sebagai bilangan, sehingga instruksi ini memiliki kemampuan untuk pengolahan data lain.
2. Perpindahan data(data movement),
berisi instruksi perpindahan data antar register maupun modul I/O. Untuk dapat diolah oleh CPU maka diperlukan instruksi-instruksi yang bertugas memindahkan data operand yang diperlukan.
3. Penyimpanan data (data storage),
berisi
instruksi-instruksi penyimpanan ke memori. Instruksi penyimpanan sangat penting
dalam operasi komputasi, karena data tersebut akan digunakan untuk operasi
berikutnya, minimal untuk ditampilkan pada layar harus diadakan penyimpanan
walaupun sementara.
4. Kontrol aliran program (program flow control)
berisi instruksi pengontrolan operasi dan pencabangan. Instruksi ini berguna untuk pengontrolan status dan mengoperasikan percabangan ke set instruksi lain
C. Addressing Mode ( Mode Pengalamatan )
Mengatasi keterbatasan format
instruksi :
– Dapat mereferensi lokasi memori yang besar
– Mode pengalamatan yang mampu menangani keterbatasan tersebut :
1. Masing – masing prosesor menggunakan mode pengalamatan
yang berbeda – beda.
2. Memiliki pertimbangan dalam penggunaannya.
2. Memiliki pertimbangan dalam penggunaannya.
Ada beberapa teknik pengalamatan :
a. Immediate Addressing Bentuk pengalamatan ini yang paling
sederhana :
·
Operand
benar – benar ada dalam instruksi atau bagian dari instruksi = Operand sama
dengan field alamat.
·
Umumnya
bilangan akan disimpan dalam bentuk komplemen dua.
·
Bit paling
kiri sebagai bit tanda.
·
Ketika
operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda akan digeser ke kiri hingga
maksimum word data
Keuntungan
·
Mode ini
adalah tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan
untuk memperoleh
·
Menghemat
siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat.
Kerugiannya
·
Ukuran
bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat
b. Direct Addressing,Pengalamatan langsung
Kelebihan :
·
Field alamat
berisi efektif address sebuah operand.
·
Teknik ini
banyak digunakan pada komputer lama dan komputer kecil.
·
Hanya
memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulasi khusus.
Kelemahan :
·
Keterbatasan
field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan
panjang wor, contoh : ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke
akumulator
c. Indirect AddressingMode pengalamatan tak langsung
Field alamat mengacu pada alamat word di dalam memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang
Contoh : ADD (A) ; tsmbahkan isi yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator
Keuntungan : Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi.
Kerugian : Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
d. Register Addressing
· Metode
pengalamatan register mirip dengan mode pengalamatan langsung.
·
Perbedaannya
terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori
utama.
· Field yang
mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi
8 atau 16 register general purpose.
Keuntungan
pengalamatan register
· Diperlukan
field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi
memori.
· Akses ke
register lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan
lebih cepat.
Kerugian
·
Ruang alamat
menjadi terbatas
e. Register Indirect Addressing
· Metode
pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak
langsung.
·
Perbedaannya
adalah field alamat mengacu pada alamat register.
·
Letak
operand berada pada memori yang ditunjuk oleh isi register.
·
Keuntungan
dan keterbatasan pengalamatan register tidak langsung pada dasarnya sama dengan
pengalamatan tidak langsung.
–
Keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung
sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak
.
– Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung
– Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung
f. Displacement Addressing
· Menggabungkan
kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung.
· Mode ini
mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field
yang eksplisit.
·
Field
eksplisit bernilai A dan field implisit mengarah pada register
·
Operand
berada pada alamat A ditambah isi register.
Tiga model
displacement
1. Relative addressing, register yang
direferensi secara implisit adalah program counter (PC).
2. Base register addressing, register
yang direferensikan berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi
perpindahan dari alamat itu.
3. Indexing adalah field alamat
mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi
pemindahan positif dari alamat tersebut.
g. Stack Addressing
· Stack adalah
array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-firstout-queue.
· Stack
merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir ditambahkan ke puncak stack sehingga
setiap saat blok akan terisi secara parsial.
· Yang
berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian
paling atas stack.
· Dua elemen
teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack
ponter mereferensi ke elemen ketiga stack.
·
Stack
pointer tetap berada di dalam register.
· Memori pada dasarnya
merupakan pengalamatan register tidak langsung Perbandingan Mode
pengalamatan















Komentar
Posting Komentar